Arsip Kategori: Manajemen Proyek SIstem Informasi

Investigasi Awal

Konsep Investigasi Sistem

Masalah adalah kesenjangan perbedaaan (gap) antara tujuan sistem dan kondisi sistem yang sebenarnya, dengan pengertian lain kenapa sistem gagal untuk mencapai tujuan sistem yang telah ditentukan sebelumnya.

Alur Investigasi Sistem

Untuk mengetahui hal-hal apa saja yang telah menyebabkan kegagalan sistem, maka seorang analis sebaiknya melakukan investigasi lebih dahulu sebelum melakukan tindakan untuk memperbaiki sistem. Dengan investigasi, seorang analis akan lebih memahami masalah dan alur sistemnya lebih mendalam, meskipun dalam detect problem sudah diketahui permasalahannya tetapi masih menggambarkan garis besarnya saja. Banyak laporan dalam deteksi masalah mungkin tidak benar-benar nyata atau  tidak dapat dipecahkan. Hal tersebut mungkin dikarenakan :

  • Tujuan yang terlalu ideal sehingga sulit atau mungkin tidak akan tercapai.
  • Sistem tidak dapat dikembangkan karena kekurangan sumberdaya, sikap atau keduanya.
  • Pengukuran sistem yang tidak akurat.
  • Pernyataan tujuan sistem yang sudah ketinggalan.
  • Kesenjangan antara sistem yang ideal dan sistem saat ini sifatnya sementara

Lanjut membaca

Pemangku Kepentingan dalam Manajemen Proyek Sistem Informasi

Pemangku Kepentingan (Stakeholder) proyek adalah pihak-pihak baik secara individual, kelompok, maupun organisasi yang mungkin mempengaruhi atau dipengaruhi oleh keputusan, aktifitas, dan hasil dari suatu proyek. Pemangku Kepentingan harus diidentifikasi sebelum proyek dimulai.

pemangku kepentingan

Pemangku Kepentingan dapat terlibat secara aktif di proyek atau memiliki kepentingan yang dapat berupa hasil yang positif atau negatif terhadap kinerja atau penyelesaian proyek. Pemangku kepentingan yang berbeda mungkin memiliki persaingan yang menciptakan konflik di dalam proyek.

Lanjut membaca

Deteksi Masalah Sistem Informasi

Permasalahan Sistem Informasi

Semua sistem informasi akan mempunyai masalah, tanpa memperdulikan seberapa baiknya sistem tersebut didesain. Beberapa hal yang menyababkan sistem informasi mempunyai masalah, antara lain karena:

  • Waktu (overtime)
  • Lingkungan sistem yang berubah
  • Perubahan prosedur operasional

Deteksi Masalah Sistem Informasi

Perbaikan masalah sistem informasi disebut maintenance programming, yang meliputi tanggapan terhadap masalah sistem dan penambahan fungsi baru ke sistem. Maintenance programming mencakup 60 sampai 90 persen dari programming budget dan menunjukkan apakah sistem informasi yang memburuk perlu diganti atau dipertahankan dengan melakukan perbaikan kecil (minor).

Masalah sistem informasi berhungan dengan karakteristik/nilai informasi, yaitu :

NIlai Informasi

NIlai Informasi

  • Relevansi (relevancy).
  • Keakuratan (accuracy),
  • kelengkapan (completeness),
  • kebenaran (correctness),
  • keamanan (security).
  • Ketepatan waktu (timeliness).
  • Ekonomi (economy), yang memiliki faktor : sumber daya (resources) dan
    biaya (cost).
  • Efisiensi (eficiency).
  • Dapat dipercaya (reliability).
  • Kegunaan (usability).

Lanjut membaca

Konsep Dasar Manajemen Proyek Sistem Informasi

Proyek

Pengertian Proyek

Proyek adalah suatu rangkaian pekerjaan yang diada-kan dalam selang waktu tertentu & mempunyai tujuan khusus. yang membedakan proyek dengan pekerjaan lain adalah sifatnya yang khusus dan tidak bersifat rutin pengadaannya, sehingga pengelolaannya pun memerlukan ekstra lebih banyak. Semua proyek selalu mengandung resiko relatif besar berkaitan dengan manajemen yang diterapkan untuk proyek itu.

Konsep Dasar Manajemen Proyek Sistem Informasi

Konsep Dasar Manajemen Proyek Sistem Informasi

Proyek yang dikerjakan dengan manajemen asal-asalan maka bisa berakibat buruk, tidak hanya materi, waktu dan tenaga tetapi juga kredibilitas, hubungan baik dll. sumber kegagalan terutama terletak pada manajemen, misal pada saat perencanaan terjadi kesalahan identifikasi, baik identifikasi kebutuhan maupun identifikasi potensi sehingga jadwal yang disusunpun menjadi tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan menjadi penyebab gagalnya proyek.

Lanjut membaca

Kamus Data

Definisi Kamus Data

Kamus data adalah suatu kumpulan data elemen yang terstruktur dengan pengertian yang
konsisten dan sesuai dengan sistem, sehingga pengguna maupun analis sistem memiliki
pemahama yang sama mengenai masukan, keluaran dan komponen simpanan data .
Pembentukan kamus data didasarkan pada alur data yang terdapat pada Diagram Alir Data (DAD). Alira data pada DAD bersifat umum (hanya menunjukkan nama alur datanya tanpa
menunjukkan struktur dari alur data). Unutk menunjukkan struktur dari aliran data
secara detail maka dibutuhkan sebuah kamus data.

data-dictionary

Kamus Data (KD) dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Pada tahap analisis sistem, KD dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, KD digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada di DAD.

Lanjut membaca