Mejikuhibiniu

Mejikuhibiniu

kutemukan dirimu:
di merahnya mawar,
di jingganya senja,
di hijaunya rerumputan,
di birunya laut
di putihnya kapas,
di warna-warni pelangi.

kau merangkum semua warna terbaik
yang mampu alam persembahkan

kaulah mejikuhibiniu dihatiku

kunang-kunangDibelantara ini aku terbang bergerombol
Teman disampingku menyenggolku
Entah karena membalas keisenganku
Atau entah aku salah apa..
Sungguh senggolannya meredupkan nyalaku
Aku pusing seketika..
Aku tak mengenali diriku..apatah sesiapa..
Rasanya ingin kuhempaskan tubuhku ke tanah
Agar hilang kebingunganku
Entahlah,,,,,
Aku tahu kawan yang lain masih mengharapkanku
Tapi rasanya aku sesak sekali…
Aku merasa bukan siapa-siapa…
Aku sangat menyesali diriku..
Aku malu pada kawananku yang dulu..
Walau aku pernah ditamparnya

Entahlah…
Entahlah…
Entahlah…

Aku terbang tertatih Sambilnya bernyanyi
“aku Kunang-kunang tidak untuk dikenang-kenang”
“aku kunang-kunang tidak untuk disenang-senang”
“aku kunag-kunang tidak untuk dimenang-menang”
“aku kunang-kunag hanya pantas disewenag-wenang”
“aku kunang-kunang dengan pandangan kunang-kunang”

“aku kunang-kunang….”
“aku kunang-kunang….”
“aku kunang-kunang….”

 

418858_4652642279928_1942397246_n

namamu mantra, kurapal hafal tanpa alfa..
kosakataku berkurang sejak mengenalmu
neuron otakku overaktif membuat jejaring sketsa rautmu
malam bahkan tak melenakanku, di ujung mataku selalu senja
dan engkau adalah siluet dengan wajah terang…

Terimakasih telah mendiami hatiku, hingga hatiku tak pernah diam

546191_3800963708496_425062269_n

Setiap daun berbisik kebahagiaan,.
Menjuntai dari pohon musim kemarau lalu.
Meranggas menunggu senyummu,
hari ini, kupu-kupu beterbangan
setelah pagi menangis embun
dan kau merekah diantara kelopak-kelopak bunga
lalu pada aromamu, aku berbisik:

begitu mudahnya berbahagia, cukup berada di sisimu…”

178980_10201292830148652_505307110_n

Dimalam yang absurd bayangmu kususur
Seakan teratur, difikirku sketsamu ngelantur.

Dalam hening, suaramu bening dementing
Desahmu mengelinding, kudukku merinding

Dentang mengejang, tak mengajakku telentang
aih…kubiarkan khayalku membentang tentangmu

puangPuang aku rindu dirimu
Puang aku rindu memijat kakimu,
Puang aku rindu peluk diantara zikirmu
Puang aku rindu makan denganmu, lengkap dengam sambal bajak buatan ummy
Puang aku rindu rebah di sampingmu
Puang aku rindu sekali, bahkan ingin menjadi dirimu