1. Pengertian Sistem Informasi Kesehatan Berdasarkan Pedoman SIK Kementerian Kesehatan
  2. Prinsip-prisnsip Sistem Informasi Kesehatan
  3. Manfaat SIK menurut WHO
  4. Fokus penguatan sistem informasi Kesehatan
  5. Misi Kementerian Kesehatan
  6. proses trasnformasi data
  7. Hirarki Data
  8. Alat Input
  9. Kelompok Perangkat Lunak
  10. Cybernatic & Cyberspace
  11. Sumber Pembiayaan pelayanan kesehatan
  12. Jenis SIstem Informasi
  13. Cakupan jaringan komputer

 

Pendahuluan

Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari Sistem Kesehatan di suatu negara. Kemajuan atau kemunduran Sistem Informasi Kesehatan selalu berkorelasi dan mengikuti perkembangan Sistem Kesehatan, kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK ) bahkan mempengaruhi Sistem Pemerintahan yang berlaku di suatu negara. Suatu sistem yang terkonsep dan terstruktur dengan baik akan menghasilkan output yang baik juga. Sistem informasi kesehatan merupakan salah satu bentuk pokok Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang dipergunakan sebagai dasar dan acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan, pedoman dan arahan penyelenggaraan pembangunan kesehatan serta pembangunan berwawasan kesehatan.

healthcare-2

Dengan sistem Informasi kesehatan yang baik maka akan membuat masyarakat tidak buta dengan semua permasalahan kesehatan. Dan mau membawa keluarga nya berobat dengan mudah bukan lagi dengan birokrasi yang rumit yang membuat masyarakat enggan membawa anggota keluarganya berobat di pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Dengan maraknya perkembangan media dan teknologi seharusnya membuat masyarakat dan khususnya pada mahasiswa kesehatan masyarakat melek akan kemajuan berinovasi terhadap sistem informasi kesehatan Indonesia. Berlandaskan dengan fakta yang terjadi di masyarakat pada saat ini seharus nya bisa dijadiakan bahan evaluasi dan pertimbangan untuk dapat membentuk sistem informasi kesehatan yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat,  dengan banyaknya referensi yang ada pada saat Ini sehingga bisa dijadikan rumusa yang tepat dan membuat sistem informasi kesehatan yang tepat guna

Lanjutkan membaca

TTS Perangkat Keras

tts-perangkat-keras

Mendatar

  1. Alat yang berfungsi mengeluarkan output berupa audio/suara
  2. Peranti penunjuk yang digunakan untuk memasukkan data
  3. Unit yang bertugas untuk melakukan operasi aritmetika
  4. Jenis cakram optik
  5. Alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda
  6. Jenis cakram optik
  7. Digunakan sebagai scanner LJK
  8. Alat yang mengintegrasikan sumber cahaya, sistem optic elektronik, dan display dengan tujuan untuk memproyeksikan gambar atau video ke dinding atau layar
  9. Alat keluaran yang digunakan untuk mencetak data seperti gambar/foto, tulisan pada media kertas.
  10. Sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori.

Menurun

  1. Fungsinya memasukkan huruf, angka, karakter khusus
  2. Sebuah perangkat yang ada di dalam CPU yang berfungsi untuk menyalurkan arus listrik
  3. Alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan/atau instruksi yang sedang diproses
  4. Alat untuk menangkap gelombang suara & mengubahnya menjadi arus listrik.
  5. Perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis
  6. Printer yang metode pencetakannya tinta bubuk
  7. Alat cetak yang menggunakan tinta untuk mencetak
  8. Printer yang metode pencetakannya menggunakan pita
  9. Alat yang digunakan untuk mengeluarkan hasil pemerosesan yang dilakukan oleh komputer

Download : Lembar Kerja Mahasiswa, Materi: Perangkat Keras

Materi Terkait dengan TTS Perangakat Keras

 

 

Sistem Pembiayaan Kesehatan

Negara mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan berbagai cara dan sistem kesehatan. Meskipun demikian, cara menuju UHC secara teratur memiliki tiga aspek. Yang pertama adalah proses politik yang didorong oleh berbagai kekuatan sosial untuk membuat program atau peraturan yang memperluas akses ke pelayanan kesehatan publik, meningkatkan ekuitas, dan tempat penampungan (pooling) risiko keuangan. Yang kedua adalah pertumbuhan pendapatan yang diiringi naiknya anggaran kesehatan, bertujuan membeli layanan kesehatan yang lebih dengan mencakup lebih banyak orang. Yang ketiga adalah peningkatan porsi belanja kesehatan yang dikumpulkan dibandingkan dengan yang membayar sendiri (out-of pocket) oleh rumah tangga. Pengumpulan dana ini dimobilisasi sebagai pajak dan disalurkan oleh pemerintah dengan menyediakan atau mensubsidi pelayanan kesehatan, dalam kasus lainnya dimobilisasi dalam bentuk kontribusi untuk skema asuransi wajib.

Intermediate and final objectives of Universal Health Coverage that health financing can influence (Sumber: Kutzin (2013) )

Intermediate and final objectives of Universal Health Coverage that health financing can influence (Sumber: Kutzin (2013) )

Hubungan antara pembiayaan kesehatan dan tujuan sistem secara keseluruhan, secara langsung dan tidak langsung melalui tujuan antara, yang digambarkan dalam Gambar diatas Salah satu konsep penting yang diilustrasikan pada gambar diatas adalah bahwa sistem pembiayaan kesehatan tidak bertindak sendiri dalam mempengaruhi tujuan antara (intermediate) dengan tujuan akhir pada UHC yaitu tujuan yang diinginkan dalam mencapai UHC; kebijakan terkoordinasi dan implementasi di seluruh fungsi sistem kesehatan sangat penting untuk membuat kemajuan pada tujuan yang diinginkan, seperti meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan (Kutzin, 2013). Kebijakan pembiayaan tidak dapat bertindak sendiri untuk meningkatkan kualitas, meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebutuhan pelayanan kesehatan atau menghilangkan hambatan penggunaan layanan kesehatan. Namun, kebijakan pembiayaan dapat mempengaruhi secara langsung setiap komponen sistem kesehatan. Sebagai contoh, pemerintah mengalokasikan penerimaan negara untuk kesehatan dengan meningkatkan penampungan dana, sehingga memberikan pencapaian yang lebih besar pada tujuan yaitu perlindungan keuangan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Dengan demikian pencapaian menuju UHC bisa dilakukan melalui tahapan efisiensi, equity pada distribusi sumber daya, transparansi, dan akuntabilitas.

Revenue Collection

WHO mendefinisikan pembiayaan kesehatan sebagai:

“Fungsi sistem kesehatan berkaitan dengan mobilisasi, akumulasi dan alokasi uang untuk menutupi kebutuhan kesehatan masyarakat, baik secara individu maupun kolektif dalam sistem kesehatan”.

Tujuan pembiayaan kesehatan adalah untuk membuat dana yang tersedia, serta untuk mengatur insentif keuangan yang tepat untuk provider kesehatan, hal ini berfungsi untuk memastikan bahwa semua individu memiliki akses terhadap kesehatan masyarakat yang efektif dan pelayanan kesehatan individu (WHO 2000). Sistem pembiayaan kesehatan yang baik yaitu mengumpulkan dana yang memadai untuk kesehatan, mencari cara yang memastikan orang dapat menggunakan layanan yang dibutuhkan, dan dilindungi dari bencana keuangan atau pemiskinan akibat pembayaran layanan kesehatan. Hal tersebut juga memberikan insentif bagi penyedia dan pengguna untuk efisien (WHO, 2007).

Dalam konteks negara berkembang, mengingat kurangnya informasi ekonomi pasar yang terorganisir dan variabilitas data pendapatan dari waktu ke waktu, maka informasi mengenai konsumsi rumah tangga, dan belanja konsumsi rumah tangga, dianggap sebagai ukuran indikator kesejahteraan dan kemampuan membayar (ATP) yang baik. Pada prinsipnya, ATP harus dapat menunjukkan kesejahteraan sebelum pembayaran untuk pelayanan kesehatan. Pengukuran ATP dengan menggunaan indikator konsumsi membutuhkan asumsi, yaitu penyediaan sarana layanan kesehatan pembiayaan dengan tidak mempengaruhi keputusan dalam konsumsi (kesehatan). Konsumsi Makanan Rumah Tangga diasumsikan sebagai pengeluaran yang tidak dapat dipisahkan, sering digunakan sebagai ukuran kesejahteraan (WHO, 2000). Konsumsi untuk layanan kesehatan dalam rumah tangga terbagi menjadi 2 bagian; pembiayaan langsung ke layanan kesehatan dan pembiayaan melalui pihak ketiga (pembayaran premi asuransi)

Sumber Pembiayaan Pelayanan Kesehatan dan Model Pembayaran

Ada 3 kelompok utama sumber pembiayaan pelayanan kesehatan: 1). Melalui Pemerintah (Penarikan pajak langsung dan pajak tidak langsung), 2). Melalui skema pihak ketiga (asuransi sosial dan asuransi swasta), dan 3). Pembayaran langsung tunai masyarakat (OOP). Gambaran mengenai sumber pembiayaan kesehatan bisa dilihat kepada tabel 1 berikut:

sumber-pembiayaam

Sumber Pembiayaan Pelayanan Kesehatan dan Model Pembayaran, Wagstaff, 1999

Dari perspektif keuangan publik, semua pajak (sumber pendapatan lain juga) harus dinilai dengan kriteria sebagai berikut:

  • Kecukupan pendapatan dan stabilitas: pajak harus meningkatkan jumlah pendapatan yang signifikan, relatif stabil, dan kemungkinan besar akan tumbuh dari waktu ke waktu.
  • Efisiensi: pajak harus meminimalkan distorsi ekonomi
  • Ekuitas: pajak harus memperlakukan kelompok pendapatan yang berbeda secara adil.
  • Kemudahan pengumpulan: pajak harus sederhana untuk mengelola.
  • Penerimaan politik: harus ada transparansi, penyebaran yang luas, dan kejelasan tentang penggunaan pajak untuk menenjukkan penerimaan.

Hal penting yang perlu diingat bahwa, meskipun penerimaan pajak membentuk sebagian besar pendapatan pemerintah di semua wilayah dan kelompok kelas pendapatan, jenis pendapatan pemerintah, seperti penjualan sumber daya alam, juga merupakan sumber pendapatan penting di negara dan wilayah tertentu (misalnya, Timur Tengah dan Afrika Utara)

Ketidakseimbangan antara kebutuhan akan kesehatan dan pengeluaran kesehatan

Secara global, terdapat ketidakseimbangan yang sangat besar antara kebutuhan pembiayaan kesehatan dengan pengeluaran kesehatan negara-negara saat ini. Negara-negara berkembang yang penduduknya berjumlah 84 persen dari penduduk dunia dan menanggung 90 persen dari beban penyakit dunia hanya mengadakan 12 persen dari pengeluaran kesehatan dunia. Negara- negara termiskin bahkan menanggung beban penyakit dan cedera yang jauh lebih berat namun dengan sumber daya yang paling sedikit untuk membiayai pelayanan kesehatan.

 

Tantangan Dunia Kesehatan Indonesia

Kewajiban Negara di Bidang Kesehatan

Amanat UUD 45 menyatakan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia. Secara khusus pada pasal 28 butir H disebutkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Selanjutnya pada pasal 34 ayat 3 dinyatakan bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Untuk mewujudkan amanat UUD 45 tersebut pemerintah dan DPR mengeluarkan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyebutkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Dengan demikian kesehatan selain sebagai hak asasi manusia, kesehatan juga merupakan suatu investasi.

Peran Pemerintah di bidang Kesehatan

Menyadari bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi di sektor kesehatan, pemerintah Indonesia mengeluarkan UU Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) yang mengidentifikasi tantangan pembangunan bidang kesehatan jangka panjang yang dihadapi yaitu: mengurangi kesenjangan status kesehatan masyarakat dan akses terhadap pelayanan kesehatan antar wilayah, tingkat sosial ekonomi, dan gender; meningkatkan jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan yang kurang memadai; meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan; dan mengurangi beban ganda penyakit yaitu pola penyakit yang diderita oleh sebagian besar masyarakat adalah penyakit infeksi menular, namun pada waktu yang bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular serta meningkatnya penyalahgunaan narkotik dan obat-obat terlarang.

Rencana Pembangunan Tenaga Kesehatan Tahun 2011 – 2025 Kementerian Kesehatan

Dalam Rencana Pembangunan Tenaga Kesehatan Tahun 2011 – 2025 Kementerian Kesehatan juga mengidentifikasi isu-isu strategis yang harus dibenahi antara lain:

  • Dalam perubahan epidemiologis dan demografi, tampak derajat kesehatan masyarakat pada umumnya masih rendah.
  • Mutu, pemerataan dan keterjangkauan upaya kesehatan belum optimal. Perhatian pada masyarakat miskin, rentan, dan beresiko tinggi masih kurang memadai.
  • Penelitian dan pengembangan kesehatan belum sepenuhnya menunjang pembangunan kesehatan.
  • Penggalian pembiayaan masih terbatas dan pengalokasian serta pembelanjaan pembiayaan kesehatan masih kurang tepat.
  • Pemerataan dan mutu sumber daya manusia kesehatan belum sepenuhnya menunjang penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Perencanaan, pengadaan, pendayagunaan serta pembinaan dan pengawasan mutu sumber daya manusia kesehatan pada umumnya masih terbatas kemampuannya.
  • Ketersediaan, keamanan, manfaat, dan mutu sumber daya obat, serta keterjangkauan, pemerataan, dan mudahnya diakses masyarakat umumnya masih kurang.
  • Manajemen/ administrasi, informasi, dan hukum kesehatan masih kurang memadai.
  • Pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.
  • Berbagai lingkungan strategis yang terkait masih kurang mendukung pembangunan kesehatan.

Indikator Status Kesehatan Indonesia

Sementara itu Indikator Status Kesehatan Indonesia masih bervariasi. Ada yang mengalami peningkatan ada pula yang masih kurang baik.

  • Dr. Wendy Hartanto, MA selaku Plt. Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN menyatakan bahwa angka kematian menurut hasil survei demografi dan kesehatan 2012 menjelaskan mengalami penurunan meski tak berbeda jauh dengan hasil SDKI 2007, yaitu masing-masing 32 dan 34 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Kematian bayi telah turun sebesar 44 persen selama 18 tahun terakhir, dari 57 kematian per 1.000 kelahiran hidup di periode 1990-1994 ke 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup di periode 2008-2012.
  • Angka kematian ibu berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2012 meroket dari 228 pada 2007 menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2013. Menurut data yang diperoleh dari WHO, angka kematian ibu di Indonesia mencapai 9.900 orang dari 4,5 juta keseluruhan kelahiran pada tahun 2012.
  • Hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Kesehatan menunjukkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, Eka Viora, mengatakan pada 2014 umur harapan hidup masyarakat Indonesia rata-rata akan mencapai 72 tahun. Padahal, pada 2004, umur harapan hidup hanya pada kisaran 66,2 tahun.

 

Referensi

  • Ika Akbarwati, Tantangan Dunia Kesehatan Indonesia, https://www.selasar.com/gaya-hidup/tantangan-dunia-kesehatan-indonesia, diakses: 28 September 2019
  • Kutzin, J., Cashin, C., Jakab, M. (2010). Implementing Health Financing Reform. Geneva: World Health Organization (WHO)
  •  Gottret, P. dan Schieber, G. (2006). Health Financing Revisited. A Practitioner’s Guide. The World Bank
  • World           Bank.   (2006).           Health             Financing       Revisited.        Washington   DC:http://siteresources.worldbank.org/INTHSD/Resources/topics/HealthFinancing/ HFRChap2.pdf
  • Robinson, Jakubowski et al 2005; World Health Organization (WHO). (2010a). Health Systems Financing: The Path to Universal Coverage. The World Health Report. Geneva: World Health Organization
  • Monitoring Kebijakan Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional
    di 34 Provinsi di Indonesia: 2014 – mid 2015 Pemanfaatan Dana Kapitasi, Non Kapitasi,
    Klaim INA-CBG’s, dan Potensi “Dana Sisa” Program Jaminan Kesehatan Nasionalhttp://manajemen-pembiayaankesehatan.net/index.php/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/101-proposal-bpjs-2015/1475-ii-a-monev-kebijakan-2

Pertemuan:  Minggu Keempat

Metode/sarana Pembelajaran

  • Ceramah
  • Diskusi
  • Ceramah Diskusi
  • LCD
  • Buku
  • Laptop
  • internet

Pengalaman Belajar Mahasiswa

  • Mengkaji & mendiskusikan Peranan TIK dalam bidang kesehatan
  • Mendiskusikan Peranan TIK dalam bidang kesehatan
  • Mengkaji konsep sistem informasi kesehatan
  • Mengkaji jenis, tingkat, dan sumber  informasi kesehatan

Kriteria Penilaian

  • Ketepatan dalam menyampaikan gagasan tentang Peranan TIK dalam bidang kesehatan
  • Keberanian menyampaikan pendapat/ pengetahuan

Materi

Klik link berikut ini untuk menampilkan materi secara detail

Cybernetic adalah sebuah studi interdisiplin tentang struktur sistem regulasi. Cybernetic berhubungan erat dengan teori informasi, teori pengendalian, dan teori sistem, setidaknya dalam bentuk urutan pertamanya. (Cybernetic urutan kedua memiliki metodologi krusial dan implikasi epistemologi yang mendasar untuk bidang tersebut secara keseluruhan). Keduanya dalam bentuk asalnya maupun evolusinya pada paruh kedua abad ke-20, Cybernetic sama-sama berlaku untuk fisik dan sistem sosial (yang berbasis bahasa).

cybernetics

Definisi Cybernetic

Istilah cybernetic atau dalam bahasa indonesia dikenal dengan sibernetika berasal dari bahasa Yunani kuno κυβερνήτης (kybernētēs, juru mudi, gubernur, pilot, atau kemudi – akar yang sama dengan pemerintah). Cybernatic adalah bidang studi yang sangat luas, tetapi tujuan penting dari sibernetika adalah untuk memahami dan menentukan fungsi dan proses dari sistem yang memiliki tujuan dan yang berpartisipasi dalam lingkaran rantai sebab akibat yang bergerak dari aksi/tindakan menuju ke penginderaan lalu membandingkan dengan tujuan yang diinginkan, dan kembali lagi kepada tindakan. Mempelajari sibernetika menyediakan sarana untuk memeriksa desain dan fungsi dari sistem apapun, termasuk sistem sosial seperti manajemen bisnis dan pembelajaran organisasi, termasuk tujuan untuk membuat mereka menjadi lebih efisien dan efektif.

Cybernatic didefinisikan oleh Norbert Wiener, dalam bukunya yang berjudul sama, sebagai suatu studi terhadap kontrol dan komunikasi pada binatang dan mesin. Stafford Beer menyebutnya sebagai ilmu organisasi efektif dan Gordon Pask memperluasnya dengan mencakup aliran informasi “pada semua media”dari bintang hingga otak. Hal ini termasuk studi tentang umpan balik, kotak hitam dan konsep-konsep turunannya seperti komunikasi dan teori kendali dalam kehidupan organisme, mesin dan organisasi termasuk organisasi mandiri.

Cybernatic berfokus kepada bagaimana sesuatu itu (digital, mekanik, atau biologis) memproses informasi, bereaksi terhadap informasi, dan berubah atau dapat diubah agar dapat mencapai dua tugas pertama dengan lebih baik. [Kelly, Kevin, 1994].
Definisi yang lebih filosofis, disarankan pada tahun 1956 oleh Louis Couffignal, salah seorang pelopor cybernetic , mengkarakterisasi cybernetic sebagai “seni untuk memastikan keberhasilan tindakan.”
Definisi terkini disampaikan oleh Louis Kauffman, Presiden dari American Society for Cybernetics, “Cybernatic adalah sebuah studi dari sistem dan proses yang berinteraksi dengan diri mereka sendiri dan memproduksi diri mereka dari diri mereka sendiri.”

Konsep yang dipelajari oleh para sibernetikawan termasuk, tetapi tidak terbatas kepada: belajar, kognisi, adaptasi, kendali sosial, emergence, komunikasi, efisiensi, efficacy dan interkonentivitas. Konsep-konsep tersebut dipelajari pula pada bidang studi lain seperti teknik dan biologi, tetapi dalam Cybernatic konsep tersebut dihapus dari konteks organisme atau peralatan individual.

Lanjutkan membaca

Pertemuan:  Minggu ketiga

Kemampuan Akhir yang diharapkan

Menyelesaikan pekerjaan berlingkup luas dengan menganalisis data serta metode yang sesuai dan dipilih dari beragam metode yang sudah maupun belum baku dan dengan menganalisis data.

Metode Pembelajaran

  • Ceramah
  • Diskusi
  • Kuis
  • LCD
  • Buku
  • Laptop
  • internet

Pengalaman Belajar Mahasiswa

  • Mengkaji & mendiskusikan konsep dasar informas
  • Mendiskusikan tentang konsep dasar informasi
  • Membuat email, blog dan milis

Kriteria Penilaian dan Indikator

  • Ketepatan dalam menyampaikan gagasan tentang Konsep dasar informasi
  • Keberanian menyampaikan pendapat

Materi

Klik masing-masing link untuk menampilkan detail

Definisi Manajemen Data

Manajemen data melibatkan semua disiplin yang berhubungan dengan manajemen data sebagai sumber daya yang berguna. Definisi resmi dari DAMA (Inggris: Demand Assigned Multiple Access) adalah “manajemen data adalah pengembangan dan penerapan arsitektur, kebijakan, praktik, dan prosedur yang secara benar menangani siklus hidup lengkap data yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan.” Definisi ini cukup luas dan mencakup sejumlah profesi yang tidak bersentuhan langsung secara teknis dengan aspek tingkat rendah manajemen data seperti manajemen basis data relasional.

management-data

Tujuan Manajemen Data

Manajemen data, seperti fungsi manajemen lain, harus berorientasi hasil dan berfikir pelayanan. Ini berarti tujuan harus ditetapkan sebagai standar untuk mengukur kinerja program. Sebagai hasil dari tujuan pelayanan umum ini, muncul tujuan program yang lebih spesifik yaitu :

  • Menyediakan informasi akurat dan tepat waktu.
  • Mengembangkan dan mempertahankan satu sistem yang efisien untuk membuat, menyimpan, memanfaatkan, memelihara dan menempatkan informasi firma.
    Melindungi kepentingan informasi firma, dan mendisain dan mengontrol standar yang efektif dan metode evaluasi periodik berkaitan dengan manajemen data, peralatan dan prosedur.
  • Membantu mendidik pegawai perusahaan dengan metode yang paling efektif untuk mengontrol dan mengolah data perusahaan.

Lanjutkan membaca

Pengertian Jaringan Komputer

sistem-jaringan-komputerJaringan komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban web).

Sejarah Jaringan komputer

Sejarah jaringan komputer bermula dari lahirnya konsep jaringan komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin profesor Howard Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian. Lanjutkan membaca

Bahasan kali ini tentang salah satu komponen sistem informasi, yaitu perangkat lunak. Bahasan meliputi pengertian perangkat lunak, pengelompokan perangkat lunak berdasarkan fungsi dan contoh-contoh produk perangkat lunak yang populer.

Pengertian Perangkat Lunak

Perangkat lunak adalah istilah umum untuk data yang diformat dan disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca dan ditulis oleh komputer. Dengan kata lain, bagian sistem komputer yang tidak berwujud. Istilah ini menonjolkan perbedaan dengan perangkat keras komputer (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Definisi Perangkat Lunak

Definisi Perangkat Lunak

Pengelompokan Perangkat Lunak berdasarkan Fungsi

Komputer tidak akan berguna tanpa keberadaan perangkat lunak (Software). Komputer bekerja atas dasar instruksi. Sekumpulan instruksi diberikan untuk mengendalikan perangkat keras komputer. Sekumpulan instruksi ini dikenal dengan sebutan Program atau Program Komputer. Secara umum, program komputer inilah yang disebut perangkat lunak.

Berdasarkan fungsinnya perangkat lunak , dikelompokkan menjadi:

  • program sistem ( System Program)
  • program aplikasi (Application Program)

    Kelompok Perangkat Lunak

    Kelompok Perangkat Lunak

Lanjutkan membaca