Sahabat Nabi – Khaulah Binti Tsa’labah Radhiallahu Anhuma (Wanita yang Didengar Gugatanya dari Langit Ketujuh)

Siapakah Khaulah Binti Tsa’labah Radhiallahu Anhuma

Wanita mulia ini bernama Khaulah bintu Malik bin Tsa’labah bin Ashram bin Fahr bin Tsa’labah bin Ghannam bin ‘Auf bin ‘Amr al Anshariyah al Khazrajiyah. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit r.a yang beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah saw. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi

Khaulah Binti Tsa'labah

Khaulah Binti Tsa’labah (Ilustrasi)

Khaulah Binti Tsa’labah Menggugat

Persoalan ini bermula ketika Khaulah binti Tsa’labah sedang shalat di kamarnya, Aus pulang dan merasa sangat lapar. Ketika tak didapatinya secuil makanan pun di rumah, darahnya meluap-luap. Begitu Khaulah muncul di hadapannya, dia langsung mencaci-maki istrinya dengan kata-kata yang sangat kasar. Dituduhnya Khaulah telah menghabiskan makanan. Padahal yang sesungguhnya, sejak kemarin Khaulah belum makan karena dia lebih mengutamakan suaminya ketimbang dirinya. Seringkali  jatah makanannya diberikan kepada suaminya agar tidak kelaparan.

Menerima tuduhan dan cacian seperti itu, bukan alang-kepalang sedih dan sakitnya hati Khaulah binti Tsa’labah. “Alangkah tak tahu dirinya kau, Aus,” batinnya mengucap. Tetapi dia tetap sabar dan menahan diri. Melihat istrinya hanya diam terpaku, Aus semakin berang. Ditamparnya Khaulah. “Engkau bagiku seperti punggung ibuku,”  katanya sambil pergi keluar rumah.

Beberapa lama lalu Aus masuk dan menginginkan Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah binti Tsa’labah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah Islam. Khaulah binti Tsa’labah berkata, “Tidak…jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkankan terhadapku sehingga Allah dan Rasul-Nya lah yang memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.

Kemudian Khaulah binti Tsa’labah keluar menemui Rasulullah saw, lalu dia duduk di hadapan beliau dan menceritakan peristiwa yang menimpa dirinya dengan suaminya. Keperluannya adalah untuk meminta fatwa dan berdialog dengan nabi tentang urusan tersebut. Rasulullah saw bersabda, “Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan urusanmu tersebut… aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”

Khaulah binti Tsa’labah mengulangi perkatannya dan menjelaskan kepada Rasulullah saw apa yang menimpa dirinya dan anaknya jika dia harus cerai dengan suaminya, namun rasulullah saw tetap menjawab, “Aku tidak melihat melainkan engkau telah haram baginya”.

Lanjutkan membaca

Sahabat Nabi: Khalid bin Walid – Sang Pedang Allah yang Terhunus

Oleh: Fairuz el Said

Khalid bin Walid Sang Pedang Allah“ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin”

Demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid bin sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.

Khalid bin Walid: Masa Awal

Khalid bin Walid Sang Pedang Allah - BiografiKhalid bin Walid  dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia angglota suku Bani Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.

Ayah Beliau bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.

Lanjutkan membaca

Amr bin Ash Radiallahi Anhu – Pembebas Mesir Dari Cengkeraman Romawi

Kehidupan awal Amr bin Ash Radiallahu Anha

Amr Bin Ash - Sang Pembebas Mesir

Amr Bin Ash – Sang Pembebas Mesir

Amr milik Bani Sahm klan dari Quraisy. Dengan asumsi dia lebih dari sembilan puluh tahun ketika ia meninggal, ia dilahirkan sebelum 573. Dia adalah anak dari Layla binti Harmalah alias “Al-Nabighah”. Sebelum karir militernya, Amr adalah seorang pedagang, yang telah menemani kafilah sepanjang rute perdagangan komersial melalui Asia dan Timur Tengah, termasuk Mesir. Amr bin  Ash lahir di Mekkah, Saudi dan meninggal di Mesir. Dia adalah seorang pria, sangat cerdas yang berasal dari bangsawan Quraisy tersebut. Dia berjuang dengan Quraisy terhadap Islam dalam beberapa pertempuran. Dia pergi untuk melawan Muslim ketika ia melihat mereka berdoa dengan nabi, dia sangat tertarik dan mencoba mencari tahu lebih banyak tentang Islam. Dia bertekad memusuhi Islam. Sebenarnya dia Quraisy utusan kepada Negus, penguasa Abyssinia. Begitu ia masuk Islam dengan Khalid bin al-Walid, ia menjadi komandan besar perang demi Islam. Masjid Amr bin Ash adalh masjid pertama di Afrika, dibangun di bawah perlindungan Amr bin Ash. Dia datang ke Mesir sebagai panglima tertinggi pasukan Khalifah di 640 AD. Lanjutkan membaca

Jika kita membaca sirah Nabi Muhammad S.A.W, maka akan kita mengenalinya. Meskipun tidak terkenal seperti para sahabat yang termasuk dalam Qutlatul Ulaa (kumpulan sahabat terawal Islam), beliau merupakan serikandi yang mampu menginspirasi semua orang yang beriman, baik lelaki mahupun perempuan.

Siapakah Ummu Fadhl

Nama beliau adalah Lubabah binti al-Haris bin Huzn bin Bajir bin Hilaliyah. Beliau adalah Lubabah al-Kubra, ia dikenal dengan kuniyahnya (Ummu Fadhl) dan juga dengan namanya mereka kenal. Ibu dari Lubabah r.ha adalah Khaulah binti `Auf al-Qurasyiyah. Ummu Fadhl adalah salah satu dari empat wanita yang dinyatakan keimanannya oleh Rasulullah SAW. Keempat wanita tersebut adalah Maimunah, Ummu Fadhl, Asma` dan Salma.

ummu fadhl

Adapun Maimunah adalah Ummul Mukminin r.ha saudara kandung dari Ummu Fadhl. Sedangkan Asma` dan Salma adalah kedua saudari dari jalan ayahnya sebab keduanya adalah putri dari `Umais.

Ummu Fadhl r.ha adalah istri dari Abbas, paman Rasulullah SAW., dan ibu dari enam orang yang mulia, pandai dan belum ada seorang wanitapun yang melahirkan laki-laki semisal mereka. Mereka adalah Fadhl, Abdullah al-Faqih, Ubaidullah al-Faqih, Ma`bad, Qatsam dan Abdurrahman. Tentang Ummu Fadhl ini Abdullah bin Yazid berkata, Tiada seorangpun yang melahirkan orang-orang yang terkemuka, Yang aku lihat sebagaimana enam putra Ummu Fadhl
Putra dari dua orang tua yang mulia, Pamannya Nabiyul Musthafa yang mulia, Penutup para Rasul dan sebaik-baik rasul.

Lanjutkan membaca