Cybernatic System

Cybernetic adalah sebuah studi interdisiplin tentang struktur sistem regulasi. Cybernetic berhubungan erat dengan teori informasi, teori pengendalian, dan teori sistem, setidaknya dalam bentuk urutan pertamanya. (Cybernetic urutan kedua memiliki metodologi krusial dan implikasi epistemologi yang mendasar untuk bidang tersebut secara keseluruhan). Keduanya dalam bentuk asalnya maupun evolusinya pada paruh kedua abad ke-20, Cybernetic sama-sama berlaku untuk fisik dan sistem sosial (yang berbasis bahasa).

cybernetics

Definisi Cybernetic

Istilah cybernetic atau dalam bahasa indonesia dikenal dengan sibernetika berasal dari bahasa Yunani kuno κυβερνήτης (kybernētēs, juru mudi, gubernur, pilot, atau kemudi – akar yang sama dengan pemerintah). Cybernatic adalah bidang studi yang sangat luas, tetapi tujuan penting dari sibernetika adalah untuk memahami dan menentukan fungsi dan proses dari sistem yang memiliki tujuan dan yang berpartisipasi dalam lingkaran rantai sebab akibat yang bergerak dari aksi/tindakan menuju ke penginderaan lalu membandingkan dengan tujuan yang diinginkan, dan kembali lagi kepada tindakan. Mempelajari sibernetika menyediakan sarana untuk memeriksa desain dan fungsi dari sistem apapun, termasuk sistem sosial seperti manajemen bisnis dan pembelajaran organisasi, termasuk tujuan untuk membuat mereka menjadi lebih efisien dan efektif.

Cybernatic didefinisikan oleh Norbert Wiener, dalam bukunya yang berjudul sama, sebagai suatu studi terhadap kontrol dan komunikasi pada binatang dan mesin. Stafford Beer menyebutnya sebagai ilmu organisasi efektif dan Gordon Pask memperluasnya dengan mencakup aliran informasi “pada semua media”dari bintang hingga otak. Hal ini termasuk studi tentang umpan balik, kotak hitam dan konsep-konsep turunannya seperti komunikasi dan teori kendali dalam kehidupan organisme, mesin dan organisasi termasuk organisasi mandiri.

Cybernatic berfokus kepada bagaimana sesuatu itu (digital, mekanik, atau biologis) memproses informasi, bereaksi terhadap informasi, dan berubah atau dapat diubah agar dapat mencapai dua tugas pertama dengan lebih baik. [Kelly, Kevin, 1994].
Definisi yang lebih filosofis, disarankan pada tahun 1956 oleh Louis Couffignal, salah seorang pelopor cybernetic , mengkarakterisasi cybernetic sebagai “seni untuk memastikan keberhasilan tindakan.”
Definisi terkini disampaikan oleh Louis Kauffman, Presiden dari American Society for Cybernetics, “Cybernatic adalah sebuah studi dari sistem dan proses yang berinteraksi dengan diri mereka sendiri dan memproduksi diri mereka dari diri mereka sendiri.”

Konsep yang dipelajari oleh para sibernetikawan termasuk, tetapi tidak terbatas kepada: belajar, kognisi, adaptasi, kendali sosial, emergence, komunikasi, efisiensi, efficacy dan interkonentivitas. Konsep-konsep tersebut dipelajari pula pada bidang studi lain seperti teknik dan biologi, tetapi dalam Cybernatic konsep tersebut dihapus dari konteks organisme atau peralatan individual.

Penerapan Cybernatic

Cybernetic paling dapat diaplikasikan ketika sistem yang akan dianalisa terlibat dalam sebuah sinyal loop tertutup; yaitu, ketika aksi dari sistem menyebabkan beberapa perubahan pada lingkungannya dan perubahan itu memberikan umpan kepada sistem melalui informasi (umpan balik) yang menyebabkan sistem menyesuaikan diri dengan kondisi baru ini: perubahan sistem mempengaruhi perilakunya. Hubungan “lingkaran sebab-akibat” ini diperlukan dan cukup untuk perspektif sibernetika. Dinamika sistem, sebuah bidang yang terkait, bermula dengan penerapan teori kendali teknik elektrik untuk jenis lain dari model simulasi (khususnya sistem bisnis) oleh Jay Forrester di MIT pada tahun 1950an.

Sibernetika kontemporer mulai sebagai studi interdisiplin yang menghubungkan bidang-bidang sistem kendali, teori sirkuit, teknik mesin, logika pemodelan, biologi evolusi, neurosains, antropologi, dan psikologi pada tahun 1940an, sering dikaitkan dengan Konferensi Macy.

Bidang-bidang studi lain yang telah mempengaruhi atau dipengaruhi oleh sibernetika diantaranya teori permainan, teori sistem (counterpart matematis untuk sibernetika), teori kendali persepsi, sosiologi, psikologi (khususnya neuropsikologi, psikologi perilaku, psikologi kognitif), filosofi, arsitektur dan teori organisasi. [Tange, Kenzo (1966) ]

Tradisi Cybernetic

Tradisi ini berkaitan dengan proses pembuatan keputusan. Tradisi cybernetic berangkat dari teori sistem yang memandang terdapatnya suatu hubungan yang saling menguntungkan misalnya hubungan keluarga. Dalam keluarga terdapat hubungan yang saling menguntungkan bagi individu masing masing didalamnya. Hal lain yang penting adalah perkembangan dan dinamika yang terjadi di lingkungan akan diproses dalam internal sistem. Proses resepsi terhadap pesan yang berlangsung dalam diri khalayak. Beberapa figur penting dalam konsep ini adalah Wiener, Shanon Weaver, Charles Berger, Guddykunts, Karl Deucth.

Cybernetic merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang didalamnya banyak orang saling berinteraksi, mempengaruhi satu sama lainnya. Dalam tradisi ini menjelaskan bagaimana proses fisik, biologis, sosial, dan perilaku bekerja. Dalam Cybernetic, komunikasi dipahami sebagai sistem bagian-bagian atau variabel yang mempengaruhi satu sama lainnya, membentuk serta mengontrol karakter keseluruhan sistem, dan layaknya organisme menerima keseimbangan dan perubahan.

Istilah cybernetic dapat membingungkan karena istilah tersebut dapat diaplikasikan baik pada tradisi umum (seperti yang telah dilakukan oleh Craig) maupun pada sibernetika yang lebih spesifik, yang merupakan satu diantara variasinya. Cybernetic dalam kesan yang sempit dipopulerkan oleh Norbert Wiener pada tahun 1950-an. Sebagai kajian cybernetic merupakan cabang dari teori sistem yang memfokuskan diri pada putaran timbal balik dan proses-proses kontrol. Dengan menekankan pada kekuatan-kekuatan yang tidak terbatas, sibernetika menantang pendekatan linier yang menyatakan bahwa satu hal dapat menyebabkan hal lainnya. Sebagai gantinya konsep ini mengarahkan pada seseorang atas pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana sesuatu saling mempengaruhi satu sama lainnya dalam cara yang tak berujung.

Jadi dalam tradisi ini konsep-konsep penting yang dikaji antara lain pengirim, penerima, informasi, umpan balik, redudancy, dan sistem. Walaupun dalam tradisi ini seringkali mendapat kritik terutama berkenaan dengan pandangan asumtif yang cenderung menyamakan antara manusia dengan mesin dan menganggap bahwa suatu realitas atau gejala timbul karena hubungan sebab akibat yang linier.

Ide sistem membentuk inti pemikiran cybernetic. Sistem merupakan perangkat-perangkat komponen yang saling berinteraksi, yang bersama sama membentuk lebih sekedar hanya satu bagian. Bagian apa pun dari sejumlah sistem harus dipaksa oleh ketergantungan bagian bagian itu sendiri. Karena saling ketergantungan inilah sistem juga dicirikan sebagai regulasi diri dan kontrol. Dengan kata lain monitor sistem, mengatur, dan mengontrol keluaran mereka agar stabil serta mencapai tujuan. Sistem tersebut harus beradaptasi maupun berubah karena sistem berada dalam lingkungan yang dinamis. Para pendukung sistem tidak hanya tertarik pada sifat dan fungsi dari sistem tetapi juga pada bagaimana suatu sistem dapat bertahan serta melakukan pengawasan terhadap dirinya [Morissan,2013].

Konsep Dasar Dunia Maya (Cyber Space)

Dalam tradisi cybernetic berhubungan erat dengan dunia maya. Istilah dunia maya memiliki makna yang berbeda. Dunia maya muncul pada pertama kalinya untuk merujuk pada jaringan informasi yang luas oleh para penggunanya disebut dengan console cowboys akan “muncul” atau koneksi langsung dengan sistem-sistem syaraf mereka [William Gibson, 1994]. Berikut adalah sebuah definisi lebih formal yang dikembangkan oleh Gibson “cyber space adalah realita yang terhubung secara global, didukung komputer, berakses komputer, multi dimensi, artifisial, atau virtual. Didalam realita ini bahwa setiap komputer adalah jendela terlihat atau terdengar objek-objek yang bukan bersifat fisik tetapi digunakan sebagai aksi pembuatan data, pembuatan informasi murni.[6] Dalam pemakaian saat ini dunia maya adalah istilah komprehensif untuk world wide web, internet, milis elektronik, kelompok-kelompok dan forum diskusi, ruang dialog, permainan multi player, dan bahkan email, dan seterusnya.

Sejauh ini belum banyak teori baru yang dikembangkan berkaitan dengan internet dan world wide web. Banyak riset pada komunikasi cyber telah dilakukan dengan pertanyaan-pertanyaan tentang efek dan manfaat media baru. Konsep inti dari interaktif, hypertext, dan multimedia juga telah menjadi fokus berbagai penelitian. Suatu teori yang telah dikembangkan tentang mediamorfosis, yang berusaha menjelaskan hubungan antara media baru dengan media lama.[Werner J. Severin, 2007]

Referensi

  • Tange, Kenzo (1966) “Function, Structure and Symbol”.
  • Kelly, Kevin (1994). Out of control: The new biology of machines, social systems and the economic world. Boston: Addison-Wesley. ISBN 0-201-48340-8. OCLC 221860672 32208523 40868076 56082721 57396750.
  • Couffignal, Louis, “Essai d’une définition générale de la cybernétique”, The First International Congress on Cybernetics, Namur, Belgium, June 26–29, 1956, Gauthier-Villars, Paris, 1958, pp. 46-54
  • Morissan, Teori Komunikasi Individu Hingga Massa (Jakarta: Kencana, 2013) hal. 45
  • Werner J. Severin dalam Roger Fidler, Mediamorfosis, (California: Pine Forge, 1997), hal. 459

Tuliskan komentar anda

Komentar

Tinggalkan Balasan