Jenis-Jenis Sistem Informasi

Mouse Votre

Pendahuluan

Postingan ini memperkenalkan kepada Anda berbagai macam sistem informasi yang ditinjau dari beberapa sudut pandang. Anda diharapkan mampu menjelaskan berbagai macam sistem informasi beserta kegunaannya.

Klasifikasi Sistem Informasi

Ada berbagai cara untuk mengelompokkan sistem informasi. Klasifi¬kasi yang umum dipakai antara lain didasarkan pada (Abdul Kadir):

  • Hirarki
  • level organisasi,
  • area fungsional,
  • dukungan yang diberikan, dan
  • arsitektur sistem informasi.

Beberapa istilah sistem informasi lain juga sering dijumpai dalam literatur, seperti sistem informasi strategis dan sistem informasi geografi.

Hirarki Sistem Informasi

Jenis-jenis sistem informasi Berdasarkan hirarkies , sistem informasi bisa di bagi menjadi (Indrajit, 87):

  • Transaksional Sistem Informasi : merupakan sistem informasi dimana proses di dalamnya berupa transaksi data(CRUD) secara berulang-ulang ke dalam database. Biasanya level ini dilakukan oleh staff EDP(Electronik Data Processing)
  • Managerial Sistem Informasi : pada level ini dalam sistem informasi sudah ada fitur untuk melihat rekapitulasi data  berupa pelaporan. Informasi yang dihasilkan SI pada sistem ini dimanfaatkan oleh staff pada level manager.
  • Ekskutif Sistem Informasi : pada level ini, sistem informasi sudah bisa menjadi acuan dalam mengambil keputusan(Decision Support System). Fitur SI ini dimanfaatkan oleh level ekskutif(Direktur Utama)

 

Hirarki-Sistem-informasi

Sistem Informasi Menurut Level Organisasi

Berdasarkan level organisasi, sistem informasi dikelompokkan menjadi:

  • sistem informasi departemen.
  • sistem informasi perusahaan, dan
  • sistem informasi antarorganisasi.

Sistem informasi departemen (departmental information system) adalah sistem informasi yang hanya digunakan dalam sebuah departemen. Sebagai contoh, departemen SDM (Sumber Daya Manusia) memiliki sejumlah program (aplikasi). Misalnya, saiah satu aplikasi digunakan untuk memantau kinerja pegawai dan aplikasi yang lain digunakan untuk menangani peiamar. Kumpulan aplikasi ini membentuk sebuah sistem yang disebut sistem informasi SDM (human resource information system atau HRIS).

Sistem informasi perusahaan (enterprise information system) merupa-kan sistem informasi yangtidak terletak pada masing-masing departemen, melainkan berupa sebuah sistem terpadu yang dapat dipakai oleh sejumlah departemen secara bersama-sama. Sebagai contoh, sistem infor¬masi perguruan tinggi mengintegrasikan bagian-bagian seperti peng-ajaran, keuangan, dan kemahasiswaan.

Sistem informasi antarorganisasi (interorganizational information system atau terkadang disebut IOS / interorganization system) merupakan jenis sistem informasi yang menghubungkan dua organisasi atau lebih. Sebagai gambaran, sistem informasi reservasi pesawat terbang adalah contoh sistem informasi yang memungkinkan biro perjalanan yang menjual tiket dan maskapai penerbangan bisa berbagi informasi. Contoh yang lain yaitu sistem para pemasok yang dapat dihubungkan ke sistem infor-masi Wal-Mart (www.walmart.com), retailer terkemuka di Amerika, yang memungkinkan pihak pemasok dapat segera mengetahui sediaan yang berada di bawah level minimum sehingga pemasok dapat segera mengirimkan produk mereka ke Wal-Mart (Ebert dan Griffin, 2003). Pada awal 1990-an, perusahaan IBM, Apple, dan Motorola membentuk aliansi strategis yang dimaksudkan untuk mematahkan dominasi Intel ter-hadap pasar CPU (central processing unit). Ketiga perusahaan ini meng-gunakan IOS sebagai sarana berbagi informasi dalam pengembangan produk. Chip yang disebut PowerPC merupakan hasil dari kolaborasi ter-sebut (Haag, 1999). Kini, model seperti ini banyak diimplementasikan dalam perdagangan elektronis (e-Commerce) yang menghubungkan pemasok dan penjual, atau yang lebih dikenal dengan sebutan B2B atau . Business to Business.

Serupa dengan pembagian menurut level organisasi, Kroenke (1992) mengklasifikasikan sistem informasi dalam sebuah organisasi menjadi tiga kelompok:

  • Sistem informasi pribadi,
  • Sistem informasi kelompok kerja (workgroup information system), dan
  • Sistem informasi perusahaan (enterprise information system).
Jenis Jumlah Pemakai Perspektif
Pribadi 1 Individual
Kelompok kerja Banyak, umumnya kurang dari 25 orang Departemen – Pemakai berbagi perspektif yang sama
Perusahaan Banyak, sering kali ratusan Perusahaan – Pemakai memiliki banyak perspektif

Tabel Karakteristik sistem informasi pribadi, grup kerja, dan perusahaan

Sistem

Informasi

Keterangan
Sistem

informasi

akuntansi

Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai   oleh   fungsi   akuntansi (departemen/bagian Akuntansi).
informasi

keuangan

Sistem ini mencakup semua transaksi yang fungsi keuangan (departemen/bagian Keuangan) yang menyangkut  keuangan  perusahaan.  Misalnya berupa ringkasan arus  kas (cash flow) dan informasi pembayaran.
Sistem

informasi

manufaktur

Sistem informasi  yang bekerja sama dengan sistem informasi   lain   untuk  mendukung  manajemen  perusahaan (baik dalam hal perencanaan maupun pengendalian)   dalam   menyelesaikan   masalah   yang   berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Misalnya berupa data bahan mentah, profit vendor baru, dan jadwal produksi.
Sistem

informasi

pemasaran

Sistem  informasi yang menyediakan  informasi yang dipakai   oleh   fungsi   pemasaran.   Misalnya   berupa ringkasan penjualan.
Sistem

informasi

SDM

Sistem  informasi  yang menyediakan  informasi  yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajaL dan tunjangan-tunjangan hingga kinerja pegawai.

Sistem Informasi Fungsional

Sebagaimana diketahui, sebuah organisasi memiliki sejumlah area fungsional seperti Akuntansi, Pemasaran, Produksi, dan sebagainya.

 

Tabel berikut menunjukkan masing-masing area fungsional yang umum terdapat pada perusahaan.

Tabel. Area fungsional dalam perusahaan

Area Fungsional Tugas
Penjualan dan Pemasaran Menangani     penjualan     dan     pemasaran produk/jasa yang dihasilkan perusahaan
Manufaktur (Produksi) Menghasilkan produk
Keuangan Mengelola aset-aset keuangan perusahaan
Akuntansi Memelihara    rekamnan-rekaman    transaksi keuangan dalam perusahaan

Berdasarkan area fungsional seperti ini, dikenal sejumlah sistem infor¬masi fungsional. Jadi, sistem informasi fungsional adalah sistem infor¬masi yang ditujukan untuk memberikan informasi bagi kelompok orang yang berada pada bagian tertentu dalam perusahaan. Beberapa sistem informasi fungsional yang umum adalah sebagai berikut:

  1. Sistem informasi akuntansi (accounting information system)
  2. Sistem informasi keuangan (finance information system)
  3. Sistem informasi manufaktur (manufacturing/production infor¬mation system)
  4. Sistem informasi pemasaran (marketing information system atau MKIS)
  5. Sistem informasi SDM (human resources information system atau HRIS)

Tentu saja, macam-macam sistem informasi fungsional yang tersedia antara satu perusahaan dengan perusahaan lain berbeda-beda. Sebagai contoh, perusahaan distribusi tidak memiliki sistem informasi produksi.

Perlu diketahui bahwa sistem-sistem informasi fungsional tidak berciri sendiri secara fisik. Sistem-sistem informasi ini berbagai sumber daya dalam organisasi. Dalam sistem informasi perusahaan, sistem-sistem informasi fungsional ini berkedudukan sebagai subsistem-subsistem.

Sistem

Informasi

Keterangan
Sistem

informasi

akuntansi

Sistem informasi yang menyediakan informasi yang dipakai   oleh   fungsi   akuntansi (departemen/bagian Akuntansi). Sistem ini mencakup semua transaksi yang
informasi

keuangan

fungsi keuangan (departemen/bagian Keuangan) yang menyangkut  keuangan  perusahaan.  Misalnya berupa ringkasan arus  kas (cash flow) dan informasi pembayaran.
Sistem

informasi

manufaktur

Sistem informasi  yang bekerja sama dengan sistem informasi   lain   untuk  mendukung  manajemen  perusahaan (baik dalam hal perencanaan maupun pengendalian)   dalam   menyelesaikan   masalah   yang   berhubungan dengan produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Misalnya berupa data bahan mentah, profit vendor baru, dan jadwal produksi.
Sistem

informasi

pemasaran

Sistem  informasi yang menyediakan  informasi yang dipakai   oleh   fungsi   pemasaran.   Misalnya   berupa ringkasan penjualan.
Sistem

informasi

SDM

Sistem  informasi  yang menyediakan  informasi  yang dipakai oleh fungsi personalia. Misalnya berisi informasi gaji, ringkasan pajaL dan tunjangan-tunjangan hingga kinerja pegawai.

Penggolongan sistem-sistem informasi fungsional sering kali didasarkan pada perspektif yang berbeda. Hall (2001) membedakan sistem infor¬masi akuntansi dengan sistem informasi lainnya. Semua informasi, selain sistem informasi akuntansi, dianggap sebagai sistem informasi mana-jemen. Jika sistem informasi akuntansi mencakup semua transaksi yang berhubungan dengan keuangan dalam perusahaan, sistem informasi manajemen mencakup semua transaksi non-keuangan. Oleh karena itu, sistem informasi akuntansi dibedakan dengan sistem informasi mana¬jemen. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa sistem informasi akuntansi sebenarnya hanyalah bagian dari sistem informasi manajemen (Gelinas, Oram, dan Wiggins, 1990). Atau, beberapa sistem fungsional sebenarnya adalah bagian atau subsistem dari sistem informasi akuntansi (Romney, Steinbart, dan Cushing, 1997). Menurut McLeod (1988), sistem informasi justru merupakan subsistem bagi sistem informasi fungsional yang lain. Pada prinsipnya, pandangan-pandangan yang telah diutarakan tak ada yang salah, karena hal itu memang tergantung pada implementasi sistem informasi itu sendiri.

Sistem Informasi Berdasarkan Dukungan yang Tersedia

Berdasarkan dukungan yang diberikan kepada pemakai, sistem infor­masi yang digunakan pada semua area fungsional dalam organisasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

SI Menurut Dukungan

  • Sistem Pemrosesan Transaksi  (transaction processing system atau TPS).
  • Sistem Informasi Manajemen (management infromation system atau MIS).
  • Sistem Otomasi Perkantoran (office automation system I OAS).
  • Sistem Pendukung Keputusan (decision support system atau DSS).
  • Sistem Informasi Eksekutif (executive infromation system atau EIS).
  • Sistem Pendukung Kelompok (group support system atau GSS).
  • Sistem Pendukung Cerdas (intelligent support system atau ISS).

Sistem-sistem di depan juga sekaligus menyatakan evolusi sistem informasi yang berbasis komputer. TPS muncul pada pertengahan 1950-an, kemudian disusul dengan MIS pada tahun 1960-an, OAS pada tahun I970-an, DSS pada tahun 1970-an hingga 1980-an. Aplikasi sistem pakar komersial yang pertama muncul pada tahun 1980-an. GSS dan ISS mulai Tiuncul pada dekade 1990-an.

Rangkuman tentang fungsi masing-masing sistem dapat dilihat pada tabel berikut.

Sistem Fungsi Pemakai
TPS Menghimpun dan menyimpan informasi transaksi Orang yang memproses transaksi
MIS Mengkonversi   data   yang  berasal   dari TPS menjadi  informasi   yang berguna untuk mengelola   organisasi   dan   me-mantau kinerja Semua level manajemen
DSS Membantu pengambilan      keputusandengan menyediakan informasi. model, atau perangkat untuk menganalisa infor­masi Anaiis.      manajer, dan profesional
EIS Menyediakan   informasi    yang   mudah diakses   dan   bersifat   interaktif,   tanpa mengharuskan   eksekutif   menjadi   ahli analisis Manajemen tingkat menengah dan atas
ES Menyediakan   pengetahuan   pakar   pada bidang tertentu untuk membantu pemecahan masalah Orang yang hendak memecahkan masalah yang memerlukan

kepakaran

OAS Menyediakan fasilitas untuk memproses dokumen maupun pesan-pesan sehingga pekerjaan dapat dilakukan secara efisien dan efektif Staf maupun manajer

 

Tuliskan komentar anda

Komentar

1 komentar

  1. Apakah Jurusan Sistem informasi bisa menjalur ke Dunia Pariwisata? Saya mahasiswa memang baru semester 1, dulu lulusan SMK jurusan usaha perjalanan wisata, tetapi saya memiliki keinginan membuka travel agent sendiri suatu saat nanti. Terimakasih

Tinggalkan Balasan