Spot Fotografi: Gumuk Pasir Parangtritis

Angle Fotografi: Sudut Pengambilan Gambar

Angle Fotografi adalah teknik pengambilan gambar dari sudut pandang tertentu untuk mengekspose subyek foto. Sudut pengambilan gambar merupakan sudut penempatan kamera sewaktu pengambilan gambar terhadap suatu subyek. Dengan sudut yang menarik, itu bisa menghasilkan suatu shot yang menarik pula, dengan perspektif yang unik dan menciptakan image tertentu pada gambar yang disajikan.

Angle Fotografi (Sudut Pengambilan Gambar)

Angle Fotografi (Sudut Pengambilan Gambar)

Menentukan angle fotografi atau sudut pengambilan gambar tidak semudah menata interior ruangan. Lebih dari itu, perlu digambarkan kemungkinan dan efek tampilan gambar yang dihasilkan. Angle fotografi yang dipergunakan untuk mengambil gambar sebuah subyek  akan mempengaruhi psikologi penikmatnya.

Lanjut membaca

Kisi-kisi UTS Teknologi Informasi AKPER “YKY” Yogyakarta

  1. Pengertian Sistem Informasi Kesehatan Berdasarkan Pedoman SIK Kementerian Kesehatan
  2. Prinsip-prisnsip Sistem Informasi Kesehatan
  3. Manfaat SIK menurut WHO
  4. Fokus penguatan sistem informasi Kesehatan
  5. Misi Kementerian Kesehatan
  6. proses trasnformasi data
  7. Hirarki Data
  8. Alat Input
  9. Kelompok Perangkat Lunak
  10. Cybernatic & Cyberspace
  11. Sumber Pembiayaan pelayanan kesehatan
  12. Jenis SIstem Informasi
  13. Cakupan jaringan komputer

 

Extreme Longshot

Shot Fotografi – Teknik Pengambilan Gambar

Shot Fotografi definisi dan Jenisnya

Shot Fotografi (Shot size/type of shot atau ukuran shot), merupakan terminologi sampai saat ini memang sangat bervariasi di lingkungan fotografi, meski demikian tetap ada prinsip-prinsip dasar yang sama dalam implementasinya. Pemberian nama dan pedoman untuk beragam tipe shot tersebut sampai saat ini seolah telah menjadi  “kesepakatan” umum dLm fotografi

Shot  adalah bidang Pandangan pada saat pengambilan gambar. Adapun beberapa jenis shot fotografi yang umum digunakan dan sangat penting untuk ada ketahui yaitu:

Extreme Long Shot

Dikenal juga sebagai Extra Long Shot atau Very Long Shot yaitu teknik pengambilan gambar mencakup area yang sangat luas dengan maksud untuk mengikut-sertakan objek dan kondisi disekitar subjek utama ke dalam frame.

Saat menggunakan teknik pengambilan gambar seperti ini disarankan agar Anda mencari komposisi yang menyatu antar subjek utama dengan objek dan kondisi disekitar subjek. Sehingga secara keseluruhan semua pada gambar terlihat menjadi sebuah kesatuan yang menarik dan relevan. Lanjut membaca

Sejarah Sistem Informasi Kesehatan

Pendahuluan

Sistem Informasi Kesehatan merupakan salah satu bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari Sistem Kesehatan di suatu negara. Kemajuan atau kemunduran Sistem Informasi Kesehatan selalu berkorelasi dan mengikuti perkembangan Sistem Kesehatan, kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK ) bahkan mempengaruhi Sistem Pemerintahan yang berlaku di suatu negara. Suatu sistem yang terkonsep dan terstruktur dengan baik akan menghasilkan output yang baik juga. Sistem informasi kesehatan merupakan salah satu bentuk pokok Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yang dipergunakan sebagai dasar dan acuan dalam penyusunan berbagai kebijakan, pedoman dan arahan penyelenggaraan pembangunan kesehatan serta pembangunan berwawasan kesehatan.

healthcare-2

Dengan sistem Informasi kesehatan yang baik maka akan membuat masyarakat tidak buta dengan semua permasalahan kesehatan. Dan mau membawa keluarga nya berobat dengan mudah bukan lagi dengan birokrasi yang rumit yang membuat masyarakat enggan membawa anggota keluarganya berobat di pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah. Dengan maraknya perkembangan media dan teknologi seharusnya membuat masyarakat dan khususnya pada mahasiswa kesehatan masyarakat melek akan kemajuan berinovasi terhadap sistem informasi kesehatan Indonesia. Berlandaskan dengan fakta yang terjadi di masyarakat pada saat ini seharus nya bisa dijadiakan bahan evaluasi dan pertimbangan untuk dapat membentuk sistem informasi kesehatan yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat,  dengan banyaknya referensi yang ada pada saat Ini sehingga bisa dijadikan rumusa yang tepat dan membuat sistem informasi kesehatan yang tepat guna

Lanjut membaca

Desain Input: Konsep dan Langkah-langkahnya

Apa itu Input?

Masukan (input) merupakan awal dimulainya informasi. Bahan mentah dari informasi adalah data yang terjadi dari transaksi yang dilakukan oleh organisasi. Desain input digunakan untuk merancang tampilan layar di komputer yang menggambarkan bagaimana bentuk pemasukan data.

Tahapan Proses Input

Proses input melibatkan 3 tahapan utama yaitu :

  • Penangkapan Data (Data Capture), Merupakan proses mencatat kejadian nyata yang terjadi akibat transaksi yang dilakukan ke dalam dokumen dasar
  • Penyiapan Data (Data Preparation), Yaitu mengubah data yang telah ditangkap kedalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin (Machine Readable Form 1), misalnya kartu plong, pita magnetik/disk magnetick)
  • Pemasukan Data (Data Entry), Merupakan proses membacakan atau memasukan data ke dalam komputer

Langkah-langkah Desain Input

Yang perlu didesain secara rinci untuk input adalah bentuk dari dokumen dasar yang digunakan untuk menangkap data, kode-kode input yang digunakan dan bentuk dari tampilan input di alat-alat input. Langkah-langkahnya sebagai berikut :

Menentukan kebutuhan input dari sistem baru

Dalam desain input, data-data yang menjadi Input sistem dapat dilihat dari DAD sistem baru yang telah dibuat. Input pada DAD ditunjukkan oleh arus data dari suatu kesatuan luar ke suatu proses dan bentuk tampilan input di alat input yang ditunjukkan oleh suatu proses pemasukan data

Menentukan parameter dari input

Beberapa parameter yang perlu diketahui dalam desain input adalah:

  • Bentuk dari input, dokumen dasar atau bentuk isian di alat input (Dialog layar terminal)
  • Sumber input
  • Jumlah tembusan untuk input berupa dokumen dasar dan distribusinya
  • Alat input yang digunakan
  • Volume input
  • Periode input

Lanjut membaca

TTS Perangkat Keras

TTS Perangkat Keras

tts-perangkat-keras

Mendatar

  1. Alat yang berfungsi mengeluarkan output berupa audio/suara
  2. Peranti penunjuk yang digunakan untuk memasukkan data
  3. Unit yang bertugas untuk melakukan operasi aritmetika
  4. Jenis cakram optik
  5. Alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda
  6. Jenis cakram optik
  7. Digunakan sebagai scanner LJK
  8. Alat yang mengintegrasikan sumber cahaya, sistem optic elektronik, dan display dengan tujuan untuk memproyeksikan gambar atau video ke dinding atau layar
  9. Alat keluaran yang digunakan untuk mencetak data seperti gambar/foto, tulisan pada media kertas.
  10. Sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori.

Menurun

  1. Fungsinya memasukkan huruf, angka, karakter khusus
  2. Sebuah perangkat yang ada di dalam CPU yang berfungsi untuk menyalurkan arus listrik
  3. Alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi, yang digunakan untuk menyimpan data dan/atau instruksi yang sedang diproses
  4. Alat untuk menangkap gelombang suara & mengubahnya menjadi arus listrik.
  5. Perangkat keras yang menyimpan data sekunder dan berisi piringan magnetis
  6. Printer yang metode pencetakannya tinta bubuk
  7. Alat cetak yang menggunakan tinta untuk mencetak
  8. Printer yang metode pencetakannya menggunakan pita
  9. Alat yang digunakan untuk mengeluarkan hasil pemerosesan yang dilakukan oleh komputer

Download : Lembar Kerja Mahasiswa, Materi: Perangkat Keras

Materi Terkait dengan TTS Perangakat Keras

 

 

Human Interest Photography

Definisi Human Interest

Foto-foto human interest sepertinya selalu menarik untuk dilihat. Nilai-nilai keseharian manusia dapat terekam melalui fotografi ini. Namun untuk menciptakan karya jenis ini bukanlah perkara mudah. Keterampilan teknis saja tidak cukup. Seorang fotografer di sini dituntut untuk mampu berbaur dan melakukan pendekatan terhadap lingkungan sekitar yang bakal dijadikan target bidikannya.

Teknik Fotografi: Human Interest (Memotret)

Memotret Kegiatan yang Menyenangkan

Manusia dan segala kehidupannya selalu menarik untuk dijadikan objek foto. Lebih-lebih lagi dalam momen yang menyentuh. Sebagian besar dari kita memiliki resistensi tinggi akibat oleh rasa malu, sungkan atau takut mengarahkan kamera ke manusia lain. Ada banyak cara dan teknik untuk mengatasinya agar kita dapat membuat foto-foto yang menarik.

Lanjut membaca

Tantangan Dalam Pembiayaan Kesehatan

Sistem Pembiayaan Kesehatan

Negara mencapai Universal Health Coverage (UHC) dengan berbagai cara dan sistem kesehatan. Meskipun demikian, cara menuju UHC secara teratur memiliki tiga aspek. Yang pertama adalah proses politik yang didorong oleh berbagai kekuatan sosial untuk membuat program atau peraturan yang memperluas akses ke pelayanan kesehatan publik, meningkatkan ekuitas, dan tempat penampungan (pooling) risiko keuangan. Yang kedua adalah pertumbuhan pendapatan yang diiringi naiknya anggaran kesehatan, bertujuan membeli layanan kesehatan yang lebih dengan mencakup lebih banyak orang. Yang ketiga adalah peningkatan porsi belanja kesehatan yang dikumpulkan dibandingkan dengan yang membayar sendiri (out-of pocket) oleh rumah tangga. Pengumpulan dana ini dimobilisasi sebagai pajak dan disalurkan oleh pemerintah dengan menyediakan atau mensubsidi pelayanan kesehatan, dalam kasus lainnya dimobilisasi dalam bentuk kontribusi untuk skema asuransi wajib.

Intermediate and final objectives of Universal Health Coverage that health financing can influence (Sumber: Kutzin (2013) )

Intermediate and final objectives of Universal Health Coverage that health financing can influence (Sumber: Kutzin (2013) )

Hubungan antara pembiayaan kesehatan dan tujuan sistem secara keseluruhan, secara langsung dan tidak langsung melalui tujuan antara, yang digambarkan dalam Gambar diatas Salah satu konsep penting yang diilustrasikan pada gambar diatas adalah bahwa sistem pembiayaan kesehatan tidak bertindak sendiri dalam mempengaruhi tujuan antara (intermediate) dengan tujuan akhir pada UHC yaitu tujuan yang diinginkan dalam mencapai UHC; kebijakan terkoordinasi dan implementasi di seluruh fungsi sistem kesehatan sangat penting untuk membuat kemajuan pada tujuan yang diinginkan, seperti meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan (Kutzin, 2013). Kebijakan pembiayaan tidak dapat bertindak sendiri untuk meningkatkan kualitas, meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebutuhan pelayanan kesehatan atau menghilangkan hambatan penggunaan layanan kesehatan. Namun, kebijakan pembiayaan dapat mempengaruhi secara langsung setiap komponen sistem kesehatan. Sebagai contoh, pemerintah mengalokasikan penerimaan negara untuk kesehatan dengan meningkatkan penampungan dana, sehingga memberikan pencapaian yang lebih besar pada tujuan yaitu perlindungan keuangan dan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Dengan demikian pencapaian menuju UHC bisa dilakukan melalui tahapan efisiensi, equity pada distribusi sumber daya, transparansi, dan akuntabilitas.

Revenue Collection

WHO mendefinisikan pembiayaan kesehatan sebagai:

“Fungsi sistem kesehatan berkaitan dengan mobilisasi, akumulasi dan alokasi uang untuk menutupi kebutuhan kesehatan masyarakat, baik secara individu maupun kolektif dalam sistem kesehatan”.

Tujuan pembiayaan kesehatan adalah untuk membuat dana yang tersedia, serta untuk mengatur insentif keuangan yang tepat untuk provider kesehatan, hal ini berfungsi untuk memastikan bahwa semua individu memiliki akses terhadap kesehatan masyarakat yang efektif dan pelayanan kesehatan individu (WHO 2000). Sistem pembiayaan kesehatan yang baik yaitu mengumpulkan dana yang memadai untuk kesehatan, mencari cara yang memastikan orang dapat menggunakan layanan yang dibutuhkan, dan dilindungi dari bencana keuangan atau pemiskinan akibat pembayaran layanan kesehatan. Hal tersebut juga memberikan insentif bagi penyedia dan pengguna untuk efisien (WHO, 2007).

Dalam konteks negara berkembang, mengingat kurangnya informasi ekonomi pasar yang terorganisir dan variabilitas data pendapatan dari waktu ke waktu, maka informasi mengenai konsumsi rumah tangga, dan belanja konsumsi rumah tangga, dianggap sebagai ukuran indikator kesejahteraan dan kemampuan membayar (ATP) yang baik. Pada prinsipnya, ATP harus dapat menunjukkan kesejahteraan sebelum pembayaran untuk pelayanan kesehatan. Pengukuran ATP dengan menggunaan indikator konsumsi membutuhkan asumsi, yaitu penyediaan sarana layanan kesehatan pembiayaan dengan tidak mempengaruhi keputusan dalam konsumsi (kesehatan). Konsumsi Makanan Rumah Tangga diasumsikan sebagai pengeluaran yang tidak dapat dipisahkan, sering digunakan sebagai ukuran kesejahteraan (WHO, 2000). Konsumsi untuk layanan kesehatan dalam rumah tangga terbagi menjadi 2 bagian; pembiayaan langsung ke layanan kesehatan dan pembiayaan melalui pihak ketiga (pembayaran premi asuransi)

Sumber Pembiayaan Pelayanan Kesehatan dan Model Pembayaran

Ada 3 kelompok utama sumber pembiayaan pelayanan kesehatan: 1). Melalui Pemerintah (Penarikan pajak langsung dan pajak tidak langsung), 2). Melalui skema pihak ketiga (asuransi sosial dan asuransi swasta), dan 3). Pembayaran langsung tunai masyarakat (OOP). Gambaran mengenai sumber pembiayaan kesehatan bisa dilihat kepada tabel 1 berikut:

sumber-pembiayaam

Sumber Pembiayaan Pelayanan Kesehatan dan Model Pembayaran, Wagstaff, 1999

Dari perspektif keuangan publik, semua pajak (sumber pendapatan lain juga) harus dinilai dengan kriteria sebagai berikut:

  • Kecukupan pendapatan dan stabilitas: pajak harus meningkatkan jumlah pendapatan yang signifikan, relatif stabil, dan kemungkinan besar akan tumbuh dari waktu ke waktu.
  • Efisiensi: pajak harus meminimalkan distorsi ekonomi
  • Ekuitas: pajak harus memperlakukan kelompok pendapatan yang berbeda secara adil.
  • Kemudahan pengumpulan: pajak harus sederhana untuk mengelola.
  • Penerimaan politik: harus ada transparansi, penyebaran yang luas, dan kejelasan tentang penggunaan pajak untuk menenjukkan penerimaan.

Hal penting yang perlu diingat bahwa, meskipun penerimaan pajak membentuk sebagian besar pendapatan pemerintah di semua wilayah dan kelompok kelas pendapatan, jenis pendapatan pemerintah, seperti penjualan sumber daya alam, juga merupakan sumber pendapatan penting di negara dan wilayah tertentu (misalnya, Timur Tengah dan Afrika Utara)

Ketidakseimbangan antara kebutuhan akan kesehatan dan pengeluaran kesehatan

Secara global, terdapat ketidakseimbangan yang sangat besar antara kebutuhan pembiayaan kesehatan dengan pengeluaran kesehatan negara-negara saat ini. Negara-negara berkembang yang penduduknya berjumlah 84 persen dari penduduk dunia dan menanggung 90 persen dari beban penyakit dunia hanya mengadakan 12 persen dari pengeluaran kesehatan dunia. Negara- negara termiskin bahkan menanggung beban penyakit dan cedera yang jauh lebih berat namun dengan sumber daya yang paling sedikit untuk membiayai pelayanan kesehatan.

 

Tantangan Dunia Kesehatan Indonesia

Kewajiban Negara di Bidang Kesehatan

Amanat UUD 45 menyatakan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia. Secara khusus pada pasal 28 butir H disebutkan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Selanjutnya pada pasal 34 ayat 3 dinyatakan bahwa negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Untuk mewujudkan amanat UUD 45 tersebut pemerintah dan DPR mengeluarkan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyebutkan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Dengan demikian kesehatan selain sebagai hak asasi manusia, kesehatan juga merupakan suatu investasi.

Peran Pemerintah di bidang Kesehatan

Menyadari bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi di sektor kesehatan, pemerintah Indonesia mengeluarkan UU Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) yang mengidentifikasi tantangan pembangunan bidang kesehatan jangka panjang yang dihadapi yaitu: mengurangi kesenjangan status kesehatan masyarakat dan akses terhadap pelayanan kesehatan antar wilayah, tingkat sosial ekonomi, dan gender; meningkatkan jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan yang kurang memadai; meningkatkan akses terhadap fasilitas kesehatan; dan mengurangi beban ganda penyakit yaitu pola penyakit yang diderita oleh sebagian besar masyarakat adalah penyakit infeksi menular, namun pada waktu yang bersamaan terjadi peningkatan penyakit tidak menular serta meningkatnya penyalahgunaan narkotik dan obat-obat terlarang.

Rencana Pembangunan Tenaga Kesehatan Tahun 2011 – 2025 Kementerian Kesehatan

Dalam Rencana Pembangunan Tenaga Kesehatan Tahun 2011 – 2025 Kementerian Kesehatan juga mengidentifikasi isu-isu strategis yang harus dibenahi antara lain:

  • Dalam perubahan epidemiologis dan demografi, tampak derajat kesehatan masyarakat pada umumnya masih rendah.
  • Mutu, pemerataan dan keterjangkauan upaya kesehatan belum optimal. Perhatian pada masyarakat miskin, rentan, dan beresiko tinggi masih kurang memadai.
  • Penelitian dan pengembangan kesehatan belum sepenuhnya menunjang pembangunan kesehatan.
  • Penggalian pembiayaan masih terbatas dan pengalokasian serta pembelanjaan pembiayaan kesehatan masih kurang tepat.
  • Pemerataan dan mutu sumber daya manusia kesehatan belum sepenuhnya menunjang penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Perencanaan, pengadaan, pendayagunaan serta pembinaan dan pengawasan mutu sumber daya manusia kesehatan pada umumnya masih terbatas kemampuannya.
  • Ketersediaan, keamanan, manfaat, dan mutu sumber daya obat, serta keterjangkauan, pemerataan, dan mudahnya diakses masyarakat umumnya masih kurang.
  • Manajemen/ administrasi, informasi, dan hukum kesehatan masih kurang memadai.
  • Pemberdayaan masyarakat dalam bentuk pelayanan, advokasi kesehatan serta pengawasan sosial dalam pembangunan kesehatan belum banyak dilaksanakan.
  • Berbagai lingkungan strategis yang terkait masih kurang mendukung pembangunan kesehatan.

Indikator Status Kesehatan Indonesia

Sementara itu Indikator Status Kesehatan Indonesia masih bervariasi. Ada yang mengalami peningkatan ada pula yang masih kurang baik.

  • Dr. Wendy Hartanto, MA selaku Plt. Deputi Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN menyatakan bahwa angka kematian menurut hasil survei demografi dan kesehatan 2012 menjelaskan mengalami penurunan meski tak berbeda jauh dengan hasil SDKI 2007, yaitu masing-masing 32 dan 34 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Kematian bayi telah turun sebesar 44 persen selama 18 tahun terakhir, dari 57 kematian per 1.000 kelahiran hidup di periode 1990-1994 ke 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup di periode 2008-2012.
  • Angka kematian ibu berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 2012 meroket dari 228 pada 2007 menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2013. Menurut data yang diperoleh dari WHO, angka kematian ibu di Indonesia mencapai 9.900 orang dari 4,5 juta keseluruhan kelahiran pada tahun 2012.
  • Hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Kesehatan menunjukkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat. Direktur Bina Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan, Eka Viora, mengatakan pada 2014 umur harapan hidup masyarakat Indonesia rata-rata akan mencapai 72 tahun. Padahal, pada 2004, umur harapan hidup hanya pada kisaran 66,2 tahun.

 

Referensi

  • Ika Akbarwati, Tantangan Dunia Kesehatan Indonesia, https://www.selasar.com/gaya-hidup/tantangan-dunia-kesehatan-indonesia, diakses: 28 September 2019
  • Kutzin, J., Cashin, C., Jakab, M. (2010). Implementing Health Financing Reform. Geneva: World Health Organization (WHO)
  •  Gottret, P. dan Schieber, G. (2006). Health Financing Revisited. A Practitioner’s Guide. The World Bank
  • World           Bank.   (2006).           Health             Financing       Revisited.        Washington   DC:http://siteresources.worldbank.org/INTHSD/Resources/topics/HealthFinancing/ HFRChap2.pdf
  • Robinson, Jakubowski et al 2005; World Health Organization (WHO). (2010a). Health Systems Financing: The Path to Universal Coverage. The World Health Report. Geneva: World Health Organization
  • Monitoring Kebijakan Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional
    di 34 Provinsi di Indonesia: 2014 – mid 2015 Pemanfaatan Dana Kapitasi, Non Kapitasi,
    Klaim INA-CBG’s, dan Potensi “Dana Sisa” Program Jaminan Kesehatan Nasionalhttp://manajemen-pembiayaankesehatan.net/index.php/using-joomla/extensions/components/content-component/article-categories/101-proposal-bpjs-2015/1475-ii-a-monev-kebijakan-2

Peranan TIK dalam bidang Kesehatan

Pertemuan:  Minggu Keempat

Metode/sarana Pembelajaran

  • Ceramah
  • Diskusi
  • Ceramah Diskusi
  • LCD
  • Buku
  • Laptop
  • internet

Pengalaman Belajar Mahasiswa

  • Mengkaji & mendiskusikan Peranan TIK dalam bidang kesehatan
  • Mendiskusikan Peranan TIK dalam bidang kesehatan
  • Mengkaji konsep sistem informasi kesehatan
  • Mengkaji jenis, tingkat, dan sumber  informasi kesehatan

Kriteria Penilaian

  • Ketepatan dalam menyampaikan gagasan tentang Peranan TIK dalam bidang kesehatan
  • Keberanian menyampaikan pendapat/ pengetahuan

Materi

Klik link berikut ini untuk menampilkan materi secara detail