Pembuatan Alternatif Sistem

Dalam bab ini akan muncul pertanyaan bagaimana perbedaan kondisi sistem saat ini dengan sistem ideal dapat didekatkan (how is the performance gap closed). Pertama, pembuatan alternatif untuk memecahkan masalah sistem informasi. Kemudian alternatif-alternatif tersebut ditetapkan yang terbaik secara bijaksana (most expedient).

Pilihan stategi

Manajemen tingkat atas membuat pilihan strategi dengan memperhatikan semua kendala. Adapun pilihan strategi yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:

Distributed versus centralized processing

Saat ini, ada kecenderungan terjadi perubahan keputusan informasi dari  centralized data processing ke decentralized end-user responsibility centers. Dalam lingkungan proses terdistribusi, end-user memutuskan peralatan, implementasi dan prioritas pengembangan. Di bagian lain terdapat pertumbuhan jumlah end-user yang masuk ke dunia komputer. Mereka mencoba teknologi terbaru tanpa memperhatikan biaya, dan resiko. Tanpa keahlian, perancang sistem akan berada dalam lingkungan konservatif (kolot).

Integrated versus dispersed databases (sistem database tersebar)

Ketika organisasi menggunakan sistem database tersebar, perancang sistem mempunyai pilihan pertimbangan tentang file apa saja yang termasuk dalam  database dan data apa saja yang masuk dalam file. Integrated database ditangani oleh administrator database yang memelihara semua kontrol data storage, access dan modification. Manajemen tingkat atas memutuskan sesuai dengan pilihan perancang sistem dengan memperhatikan sisi kemudahan
kontrolnya.

Surround strategy of system development

Strategi pengembangan sistem adalah penting karena banyak perusahaan mempunyai tumpukan (backlog) dari sistem baru yang dirancang dan kondisi sistem yang sedang dimodifikasi. Strategi ini mengijinkan perancang sistem menggunakan perbedaan bahasa program dan menjalankannya pada komputer yang berbeda untuk sebuah sistem kompatibilitas penuh (a totally compatible system). Lingkungan sekitar strategi sangat penting dalam masalah pengambilalihan perusahaan, dimana satu perusahaan mendapatkan perusahaan lain dan mungkin sistem informasinya tidak kompatibel dengannya (berbeda).

Pilihan taktik

Manajemen memutuskan sekarang atau nanti, mengganti lawan modifikasi, dan konfigurasi SDLC. Pemilihan ini dilakukan sebelum pilihan operasional.

Sekarang atau nanti

  • Teknologi, Sebuah terobosan teknologi adalah memerlukan pertimbangan untuk beberapa
    tahun mendatang.
  • Aliran kas, Kondisi aliran kas perusahaan perlu untuk dipertimbangkan didalam
    pengembangan atau penggantian sistem.
  • Sumber daya keahlian, Dalam melakukan pengembangan sistem perlu untuk memperhatikan tenaga- tenaga ahli yang terlibat baik dalam perancangannya maupun dalam pemakaiannya nanti.
  • Politik, Banyak sistem informasi saat ini diusulkan oleh seseorang dalam perusahaan.
    Untuk satu atau lebih alasan, departemen sistem informasi boleh memilih memperlambat pengembangan atau penggantian sistem.

Penggantian lawan modifikasi

Kecepatan lawan biaya

Alternatif sistem informasi pertama kali akan dibandingkan secara kuantitatif penggunaan biaya. Karenanya perancang punya kesulitan  menyesuaikan kenaikan kecepatan dalam bentuk penghematan biaya. Delapan pilihan tentang perancangan operasional Pilihan perancangan dikelompokkan kedalam input, processing, dan output. Masing-masing kelompok dapat memiliki pilihan sebagai berikut :

Input

  • On-line versus off-line data entry.
    Off-line data entry tidak memiliki kemampuan yang baik untuk validasi transaksi dengan segera. Oleh karena itu, on-line data entry disarankan tetap digunakan dalam konfigurasi sistem informasi.
  • Keyed versus machine-readable data entry.
    Machine-readable data entry dapat meningkatkan kecepatan, mengurangi kesalahan pemasukan data, dan menghemat biaya untuk pekerja (save  human costs). Bagaimanapun juga membutuhkan investasi yang besar dalam hal peralatan dan pemeliharaannya.
  • Centralized versus decentralized data entry.
    Decentralized entry adalah lebih cepat tetapi tingkat kesalahannya tinggi karena banyak pemakai yang memasukkan data. Machine-readable entry membutuhkan pemasukan desentralisasi yang memberikan keuntungan kecepatan proses dalam menangkap sumber data (point of sale).

Processing

  • Batch versus real-time record update.
    Batch processing menyebabkan update rekord lama, cocok untuk centralized data entry. Real time processing membutuhkan biaya peralatan dan menaikkan kecepatan proses.
  • Sequential versus direct access to records.
    Sequential access adalah berhubungan dengan batch processing. Direct access berhubungan dengan real-time processing.
  • Single versus multiple-user update of records.
    Desain sistem untuk multiple-user lebih komplek (rumit) dalam akses dan mengupdate record secara simultan. Kekomplekkan (kerumitan) terjadi saat kecepatan proses adalah penting dan dengan proses -real time.

Ouput

  • Traditional versus turnaround documents.
    Traditional document adalah dokumen yang cara pendataannya ke sistem dilakukan melalui keyboard (key input). Turnaround documents adalah pendataan ke sistem dilakukan melalui mesin pembaca dokumen
  • Structured versus inquiry-based reports.
    Structured report dibuat dalam format yang baku dan disediakan secara rutin, sedangkan inquiry-based reports dibuat berdasarkan permintaan dengan format sesuai permintaan pemakai. Seringkalli inquiry-base report ditemukan dalam lingkungan real-time dimana data harus diakses secara cepat.

Daftar Pustaka

  • Martin, Merle P., Analysis And Design of Business Information Sytems, Macmillan Publishing Company, New York, 1991.

 

Tuliskan komentar anda

Komentar

Tinggalkan Balasan